Pembaruan berita · 17 September 2026 · 16:57 WITA. Tiga orang yang berada di atas kapal cepat Baliman telah ditemukan selamat di Pantai Puger, Jawa Timur, setelah pencarian selama lima hari yang dimulai ketika kapal tersebut mengalami masalah mesin di dekat Manta Point, Nusa Penida.

Pencarian ini berakhir dengan kabar baik. Kapten I Nyoman Budiana dan anggota kru Keristino Sahreza Avendi Da dan Niko Demios Landena dipastikan selamat dan dalam keadaan sehat setelah tim penyelamat di Banyuwangi memeriksa mereka di Pantai Puger pada Rabu malam.

Versi singkatnya Kapal Baliman kehilangan tenaga mesin di perairan sekitar Manta Point pada Sabtu, 12 September. Tim pencari, anggota keluarga, dan nelayan setempat menghabiskan lima hari mencari kapal dan awaknya. Pada pukul 21:06 WITA, Rabu, 16 September, Kantor Pencarian dan Penyelamatan Denpasar menerima informasi bahwa ketiga pria tersebut telah dibawa ke Pantai Puger di Jawa Timur. Tim penyelamat Banyuwangi kemudian memverifikasi bahwa ketiganya dalam keadaan selamat.

01 Apa yang terjadi pada speedboat Baliman?

Insiden tersebut bermula pada Sabtu, 12 September di perairan sekitar Manta Point, Nusa Penida, ketika perahu cepat Baliman mengalami kerusakan mesin. BASARNAS Denpasar mengatakan laporan awal mereka pada malam itu mengidentifikasi kapten I Nyoman Budiana sebagai orang yang diyakini hilang, dan tim penyelamat dikirim menuju posisi terakhir perahu yang diketahui.

Ketika tim penyelamat mencapai posisi tersebut, perahu cepat itu sudah tidak ada lagi. Informasi selanjutnya memastikan bahwa ada tiga orang di dalamnya: Budiana dan anggota kru Keristino Sahreza Avendi Da dan Niko Demios Landena.

Informasi yang terus berkembang itu patut diperhatikan karena gambaran awal pencarian masih belum lengkap. Hasil akhir yang terverifikasi jelas: ketiga orang di dalam pesawat ditemukan selamat.

02 Bagaimana ketiga awak kapal ditemukan

Menurut pernyataan yang dikaitkan dengan Kepala Dinas Pencarian dan Penyelamatan Denpasar, I Nyoman Sidakarya, petugas menerima informasi sekitar pukul 21:06 WITA pada hari Rabu, 16 September, bahwa nelayan setempat telah membantu membawa ketiga awak kapal tersebut ke Pantai Puger, Jawa Timur.

Sidakarya kemudian berkoordinasi dengan Kantor Pencarian dan Penyelamatan Banyuwangi. Empat personel penyelamat dikirim ke Puger untuk memverifikasi laporan dan memeriksa kondisi para pria tersebut. Tim Banyuwangi kemudian mengkonfirmasi bahwa Budiana, Keristino, dan Niko selamat dan dalam keadaan sehat.

Para awak kapal dijadwalkan dijemput oleh keluarga mereka pada hari Kamis, 17 September. Laporan menyebutkan bahwa kapal cepat itu sendiri masih berada di dekat area pengumpulan ikan lepas pantai yang dikenal sebagai Rumpon Bleduk, sekitar 42 mil laut dari pantai.

Hari Rabu adalah hari kelima operasi pencarian. RIB 02 Denpasar meninggalkan Pelabuhan Benoa pada pagi hari menuju area pencarian yang telah ditentukan, sementara perwakilan keluarga juga bergabung dalam upaya tersebut. Perencana pencarian menggunakan informasi angin, arus, dan laut untuk memperkirakan ke mana kapal dan awaknya mungkin telah bergerak.

Lebih dari selusin perahu nelayan lokal membantu dan pihak berwenang terus berkoordinasi dengan VTS Benoa untuk mendapatkan informasi tentang kapal-kapal yang melewati area pencarian yang lebih luas.

Tahapan awal operasi juga melibatkan sumber daya laut dan udara. BASARNAS mengatakan pencarian hari kedua mencakup unit pencarian laut dan dukungan udara, yang mencerminkan kesulitan menemukan kapal kecil yang rusak di perairan terbuka.

04 Kondisi laut mempersulit pencarian

Laporan dari operasi pencarian menggambarkan gelombang setinggi 2–4 meter dan kondisi perairan terbuka yang menantang. Kondisi tersebut dapat mempersulit pergerakan perahu yang mengalami kerusakan dan tugas untuk menjaga pola pencarian tetap akurat selama beberapa hari.

Pencarian terus berlanjut meskipun dalam kondisi tersebut, dengan koordinasi di seluruh tim SAR Denpasar dan Banyuwangi, nelayan setempat, anggota keluarga, dan lembaga maritim lainnya.

Bagi para pelancong, insiden ini juga merupakan pengingat bahwa kondisi laut di sekitar Nusa Penida dapat berubah dengan cepat. Ini bukan berarti layanan kapal Nusa Penida dihentikan, tetapi siapa pun yang bepergian melalui laut harus mengikuti saran operator dan pelabuhan, terutama ketika peringatan gelombang tinggi sedang berlaku.

05 Apa artinya ini bagi penduduk dan wisatawan Bali

Berita terkini adalah keberhasilan operasi penyelamatan: ketiga awak kapal yang hilang selamat dan telah menjalani pemeriksaan medis setelah ditemukan di Jawa Timur.

Bagi warga yang bekerja di perairan, pencarian ini menunjukkan betapa cepatnya kerusakan mesin dapat berubah menjadi operasi besar yang melibatkan banyak instansi ketika sebuah kapal kehilangan kontak. Bagi pengunjung yang menuju Nusa Penida, Manta Point, atau pulau-pulau terdekat, ini merupakan pengingat yang berguna untuk menanggapi panduan cuaca dan kondisi laut dengan serius dan menggunakan operator terpercaya dengan peralatan komunikasi dan keselamatan yang berfungsi.

Tidak ada dasar yang terverifikasi untuk menganggap insiden ini sebagai peringatan umum terhadap perjalanan ke Nusa Penida. Kesimpulan praktisnya lebih spesifik: periksa kondisi pada hari itu, ikuti instruksi pelabuhan atau operator, dan perkirakan rencana pelayaran dapat berubah ketika laut bergelombang.

06 Sumber