01 Pendekatan editorial kami

Banyak konten perjalanan di internet ditulis agar mudah dibagikan, bukan agar benar-benar berguna — penuh pujian, superlatif, dan enggan memberikan kritik yang jujur tentang tempat, aktivitas, atau bisnis. Kami mencoba membuat sesuatu yang berbeda: panduan yang mengatakan dengan jujur ketika sebuah pantai terlalu dibesar-besarkan, ketika pura yang dianggap "wajib" tidak sepadan dengan keramaiannya, atau ketika alternatif yang lebih murah benar-benar memberi nilai lebih baik daripada pilihan terkenal.

02 Independensi editorial

Rekomendasi kami tidak untuk dijual. Kami tidak menerima pembayaran sebagai imbalan atas liputan positif, dan kami tidak membiarkan hubungan iklan dengan suatu bisnis (jika ada) memengaruhi cara kami menilai kualitas sebenarnya. Jika resor bintang lima memang sangat baik, kami akan mengatakannya. Jika atraksi terkenal adalah jebakan turis yang tidak sepadan dengan tiket masuknya, kami juga akan mengatakannya.

Saat ini Totally Bali diterbitkan tanpa iklan display, tautan afiliasi, atau penempatan editorial berbayar. Rekomendasi ditulis karena kegunaannya, bukan karena suatu bisnis membayar untuk muncul.

Jika tautan komersial atau sponsor diperkenalkan di kemudian hari, hal tersebut harus diungkapkan dengan jelas dan tidak boleh membeli penilaian editorial yang positif. Koreksi dan pembaruan fakta tetap terpisah dari keputusan komersial.

04 Menjaga informasi tetap mutakhir

Bali berubah cepat — harga bergeser, bisnis tutup, tiket masuk naik, dan rute jalan berubah. Kami meninjau dan memperbaiki konten secara berkala, bukan menerbitkannya sekali lalu membiarkannya. Jika Anda menemukan informasi yang sudah usang, halaman kontak adalah cara tercepat untuk memberi tahu kami, dan kami benar-benar menindaklanjuti koreksi dengan cepat.

05 Hal yang tidak akan kami lakukan

Kami tidak akan mengisi halaman dengan kata-kata kosong demi mengejar jumlah kata, merekomendasikan sesuatu yang belum benar-benar kami teliti, atau menghindari kritik terhadap atraksi populer hanya karena tempat itu populer. Jika sebuah "hidden gem" sudah berubah menjadi tempat wisata yang padat, kami akan mengatakannya daripada terus menyebarkan saran lama. Hasilnya kadang kurang memuji dibanding konten yang digerakkan pemasaran, tetapi menurut kami itu jauh lebih berguna bagi orang yang benar-benar merencanakan perjalanan.