Pembaruan berita · 17 September 2026 · 11:20 WITA. Dinas Pendidikan Denpasar menyatakan bahwa 14 sekolah dasar negeri dan lima sekolah menengah pertama negeri akan menerima pekerjaan pembangunan pada tahun 2026, dengan target penyelesaian secara bertahap selama bulan Oktober, November, dan Desember.

Denpasar sedang gencar melakukan pembangunan sekolah, bukan sekadar program pemeliharaan kosmetik. Pemerintah kota sedang membangun kembali gedung-gedung yang rusak parah dan menambah kapasitas ruang kelas di 19 sekolah negeri, dengan beberapa proyek menggunakan desain dua dan tiga lantai karena lahan di ibu kota Bali terbatas.

Versi singkatnya Empat belas SD (SD) dan lima SMP (SMP) menerima bantuan pembangunan dari Pemerintah Kota Denpasar pada tahun 2026. Pembangunan dimulai sekitar bulan Juni–Juli dan diperkirakan akan selesai secara bertahap dari bulan Oktober hingga Desember. Pekerjaan tersebut meliputi ruang kelas serta ruang guru dan kepala sekolah, perpustakaan, laboratorium, dan fasilitas sekolah lainnya. Anggaran gabungan penuh dan daftar lengkap dari 19 sekolah tersebut tidak dipublikasikan dalam laporan terbaru.

01 Apa yang sedang dibangun kembali Denpasar

Pemerintah Kota Denpasar mempercepat pekerjaan infrastruktur pendidikan di 19 sekolah negeri: 14 sekolah dasar dan lima sekolah menengah pertama. I Nyoman Suriawan, kepala pengembangan sekolah dasar di Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Denpasar, mengatakan kepada detikBali pada 17 September bahwa proyek 2026 dimulai sekitar bulan Juni dan Juli.

Program ini tidak terbatas pada pengecatan atau perbaikan kecil. Suriawan mengatakan gedung-gedung sekolah lama yang kondisinya rusak parah sedang dirobohkan dan dibangun kembali. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kondisi fasilitas yang ada dan jumlah ruang pengajaran yang dapat digunakan.

Dinas Pendidikan Denpasar sendiri telah mengidentifikasi komponen sekolah dasar pada awal tahun ini. Pada bulan Januari, Disdikpora mengadakan diskusi desain teknik terperinci dengan kepala 14 sekolah dasar negeri yang menerima bantuan ruang kelas baru pada tahun anggaran 2026, dengan fokus pada desain teknis, kesiapan lahan, dan standar konstruksi.

02 Mengapa beberapa bangunan baru dibangun secara vertikal

Ketersediaan lahan merupakan kendala utama di Denpasar. Alih-alih mengandalkan luas bangunan sekolah yang lebih besar, kota ini merancang beberapa bangunan pengganti dengan dua atau tiga lantai. Suriawan mengatakan jumlah lantai disesuaikan dengan kebutuhan ruang kelas di setiap sekolah, dengan tekanan ruang yang sangat relevan di tingkat SMP.

Pendekatan tersebut penting di kota padat penduduk di mana pengadaan lahan tambahan bisa sulit dan mahal. Pembangunan ulang vertikal dapat menciptakan lebih banyak ruang belajar di lokasi yang sama, tetapi juga membuat urutan konstruksi, akses, dan perencanaan keselamatan menjadi lebih penting sementara sekolah terus beroperasi di sekitar pekerjaan konstruksi yang sedang berlangsung.

03 Karya-karya tersebut mencakup lebih dari sekadar ruang kelas

Program saat ini mencakup pembangunan atau renovasi ruang kelas, ruang guru, ruang kepala sekolah, perpustakaan, dan laboratorium, beserta fasilitas pendukung sekolah lainnya. Paket pastinya berbeda-beda di setiap sekolah karena ukuran bangunan dan jumlah ruangan yang dibutuhkan tidak sama di setiap lokasi.

Satu hal yang tidak boleh diasumsikan oleh orang tua adalah bahwa semua 19 sekolah menerima proyek yang identik. Laporan publik terbaru menggambarkan program di seluruh kota dengan cakupan dan anggaran yang berbeda, bukan satu bangunan standar yang diulang di setiap sekolah.

04 Penyelesaian ditargetkan dari Oktober hingga Desember

Menurut Disdikpora, penyelesaian diharapkan akan dilakukan secara bertahap. Proyek tercepat ditargetkan selesai pada bulan Oktober, diikuti oleh proyek lainnya pada bulan November dan Desember 2026. Oleh karena itu, target keseluruhan adalah penyelesaian pada akhir tahun, bukan pada satu tanggal penyerahan serentak di seluruh kota.

Tanggal-tanggal tersebut adalah target pembangunan. Laporan tersebut tidak mempublikasikan kalender penyelesaian sekolah per sekolah, jadi keluarga harus mengandalkan pemberitahuan dari sekolah mereka sendiri atau Disdikpora untuk pengaturan lokal yang tepat, daripada berasumsi bahwa setiap lokasi akan selesai pada waktu yang sama.

05 Apa yang bersifat publik tentang pendanaan dan pengawasan

Nilai proyek bervariasi tergantung pada ukuran bangunan dan jumlah ruangan yang dibangun. Suriawan menyebutkan contoh anggaran terkecil sebagai proyek untuk enam ruang kelas baru dengan nilai sekitar Rp3,744 miliar. Laporan terbaru tidak menyebutkan nilai gabungan dari seluruh 19 proyek tersebut.

Ia juga mengatakan bahwa pekerjaan sekolah tersebut termasuk dalam proyek-proyek strategis Pemerintah Kota Denpasar dan dipantau melalui Pusat Pemantauan Pencegahan KPK (KPK). Itu adalah kerangka kerja pencegahan korupsi dan pemantauan tata kelola; ini bukan klaim bahwa telah terjadi pelanggaran pada proyek-proyek tersebut.

06 Apa yang harus ditonton orang tua dan warga selanjutnya

Informasi selanjutnya yang paling bermanfaat adalah informasi praktis: sekolah mana yang menyerahkan ruang kelas baru terlebih dahulu, apakah ada perubahan pengaturan ruang kelas atau akses sementara saat proyek memasuki tahap akhir, dan apakah target Oktober–Desember tetap tercapai.

Laporan publik saat ini tidak menyediakan daftar lengkap dari semua 19 nama sekolah, anggaran program gabungan, atau tanggal penyelesaian terperinci untuk setiap lokasi. Kami akan memperlakukan hal-hal tersebut sebagai detail terbuka daripada mengisi kekosongan dengan asumsi.

Bagi warga, poin yang lebih luas sudah jelas: Denpasar menggunakan program modal 2026 untuk mengganti bangunan sekolah yang rusak parah dan menambah kapasitas di kota yang lahannya terbatas. Jika jadwal bertahap terpenuhi, proyek-proyek pertama yang selesai diharapkan mulai beroperasi dalam beberapa minggu mendatang.

07 Sumber